Bangun dari mimpi buruk

Enam bulan tanpa suara, tangan gemetar terasa gatal, pikiran tak pernah berhenti menggelitik dan bisikan hati diabaikan, entah itu karena ambisi egoistik, emosional atau idialistis yang terpental.

Orang bilang si Bl00n tidur nyenyak,mati suri,frustasi dan jalan di tempat. Fakta yang berbicara si Bl00n lagi asyik menikmati mimpi, mimpi buruk kehidupan dan perkembangan pendidikan dan sosial anak bangsa di negeri ini.

Pendidikan di negeri ini sudah tidak lagi berpihak mengarahkan anak bangsa untuk mandiri yang beretos kerja tinggi, beretika, bermoral, berperilaku santun, jujur, disiplin, bertanggung jawab, punya visi dan wawasan jauh ke depan melainkan sekedar mengisi otak untuk membuat anak menjadi cerdas secara kognitif. Pendidikan sekarang hanya berorientasi pada angka-angka standar nilai Ujian Nasional tanpa memperdulikan proses pendidikan itu sendiri.

Anak bangsa sekarang enggan berjalan pada proses pembelajaran tapi mereka lebih tertarik untuk mendapatkan hasil akhir yang baik tanpa belajar. Mereka enggan berfikir bagaimana menjawab soal / permasalahan namun mereka lebih memilih bagaimana mencari kunci jawaban.

Mimpi buruk semacam itu menyebabkan si Bl00n ngambek, mogok menulis, dan puasa berbicara. Kekuatan untuk merubah pola pikir telah dipentalkan ambisi kekuasaan yang prastise jika nilai UN di daerah anjlok. Apalagi masyarakat tidak mau mengambil resiko bila anak dan cucunya menjadi korban kebiadapan UN.

Sudahlah si Bl00n males berfikir, lebih baik menikmati mimpi buruk dari pada menjadi korban mimpi buruk. Tidak tau kalau sampean?

Post a Comment

Your email is never published nor shared. Required fields are marked *

*
*