pelukan

Mari Berpelukan, Sayang..

SEBUAH pelukan adalah ekspresi kehangatan dan kenyamanan yang meletup di dalam jiwa-jiwa yang mencinta. Saat hasrat hampir padam, pelukan dapat membantu mempererat kembali keintiman yang sempat hilang. Sebuah kompetisi “Berpelukan 24 Jam More »

team lelaki 6

4 Tipe pekerja dalam sebuah Team

Ada beberapa kemungkinan yang terjadi adalah: Tim terdiri dari orang-orang yang ahli di bidang masing-masing, bekerja sama saling melengkapi dan semuanya sukses mencapai tujuan. Bisa juga terjadi tim terdiri dari orang-orang tidak More »

hArum wangi 3

Harum Semerbak Mewangi

Disaat ini begitu mudah kita mencium harum semerbak mewangi, teman satu ruangan dengan kita,  di sekolah anak-anak juga harum, dimana-mana  banyak orang menyukai parfum, Bahkan Rasulullah Muhammad juga menyukai wewangian. Wewangian yang More »

Pelukis Yang Peduli Terhadap Dunia Pendidikan

Membedah pola pikir pelukis Karang Sasongko Karang Sasongko ( Klaten, 13Maret 1963 ) adalah seorang pelukis yang dalam perkembangan hidupnya selalumelakukan eksperimen mengembangkan seni lukis dengan lingkungan sosial dandunia pendidikan. Sebagai pewaris More »

Pendidikan Seni Bergeser Arah Kiblatnya.

Dalam KTSP, pendidikan seni rupa menjadi bagian dari mata pelajaran Seni Budaya untuk SMP/MTs dan SMA/MA, dan mata pelajaran Seni Budaya dan Keterampilan untuk SD/MI. Baik di SD/MI, SMP/MTs, maupun di SMA/MA More »

Mengembangkan interaksi guru dan siswa yang baik

Proses pembelajaran akan efektif, jika komunikasi dan interaksi antara guru dengan siswa terjadi secara intensif. Guru dapat merancang model-model pembelajaran sehingga siswa dapat belajar secara optimal. Guru mempunyai peran ganda dan sangat strategis dalam kaitannya dengan kebutuhan siswa. Peran dimaksudkan adalah guru sebagai guru, guru sebagai orang tua, dan guru sebagai sejawat belajar.

Proses pembelajaran akan efektif, jika komunikasi dan interaksi antara guru dengan siswa terjadi secara intensif. Guru dapat merancang model-model pembelajaran sehingga siswa  dapat belajar secara optimal. Guru mempunyai peran ganda dan sangat strategis dalam kaitannya dengan kebutuhan siswa. Peran dimaksudkan adalah guru sebagai guru, guru sebagai orang tua, dan guru sebagai sejawat belajar.

1. Guru sebagai guru.

Pekerjaan utama guru adalah mengajar dan mendidik siswa siswa, yang berusaha agar semua siswanya mampu menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi yang diajarkan dengan baik.

2. Guru sebagai orang tua.

Tempat mencurahkan segala perasaan siswa, tempat mengadu siswa ketika mengalami gangguan. Siswa merasa aman dan nyaman ketika dekat dengan guru, bahkan merasa rindu jika tidak bertemu guru. Interaksi guru dan siswa bagaikan hubungan orang tua dan anak, hangat, akrab, harmonis, dan tulus.

3. Guru sebagai teman.

Sebagai pasangan untuk berbagai pengalaman dan beradu argumentasi dalam diskusi secara informal. Guru tidak merasa direndahkan jika siswa tidak sependapat, atau memang pendapat siswa yang benar, dan menerima saran siswa murid yang masuk akal. Hubungan guru dan siswa mengutamakan nilai-nilai demokratis dalam proses pembelajaran.

Mengerosi budaya membolos

Penyimpangan perilaku siswa tidak mengikuti kegiatan pembelajaran di sekolah tanpa alasan yang tidak tepat atau lebih tepatnya dikatakan membolos adalah sudah ada sejak dulu baik terjadi di perkotaan maupun di daerah. Dalam penanganan siswa yang membolos terkesan guru sering terlalu cepat menvonis untuk dikatogorikan siswa yang nakal sehingga perlu adanya sanksi tegas tanpa adanya pembimbingan dan pembinaan sebagai program tindak lanjut. Dan anehnya sering orang tua siswa cenderung membela atau menutupi perilaku anaknya dengan membela dan memberikan seribu alasan dengan tujuan anaknya terhindar dari sanksi yang diberikan pihak sekolah.

Fenomena siswa membolos memang bisa berdampak pada kenakalan remaja, tawauran siswa, tindak kriminal, nakoba dan pergaulan bebas adalah salah satu dampaknya, Tetapi tidak semua siswa membolos akan bermuara ke arah kenakalan remaja. Kita harus bijaksana menyikapai dan menangani permasalahan tersebut.

Membolos dapat diartikan sebagai perilaku siswa yang tidak masuk sekolah dengan alasan yang tidak tepat. Atau bisa juga dikatakan ketidak hadiran tanpa alasan yang jelas.
Membolos merupakan salah satu bentuk dari penyimpangan perilaku siswa, yang jika tidak segera diselesaikan dan dicarikan solusinnya dapat menimbulkan dampak yang lebih parah. Oleh karena itu penanganan terhadap siswa yang suka membolos menjadi perhatian yang sangat serius. Penanganan tidak saja dilakukan oleh sekolah, tetapi pihak keluarga juga perlu dilibatkan. Malah terkadang penyebab utama siswa membolos lebih sering berasal dari dalam keluarga itu sendiri. Jadi komunikasi antara pihak sekolah dengan pihak keluarga menjadi sangat penting dalam pemecahan masalah siswa tersebut.

Perilaku membolos ini perlu mendapat perhatian serius dari berbagai pihak. Bukan saja hanya perhatian yang berasal dari pihak sekolah, melainkan juga perhatian yang berasal dari orang tua dan pemerintah. Perilaku membolos sangat merugikan dan bahkan bisa saja menjadi sumber masalah baru. Apabila hal ini terus menerus dibiarkan berlalu, maka yang bertanggung jawab atas semua ini bukan saja dari siswa itu sendiri melainkan dari pihak sekolah ataupun guru yang menjadi orang tua di sekolah juga akan ikut menangungnya.

 

Menangani masalah anak lambat belajar

 

Saat siswa tidak dapat menyelesaikan tugas pekerjaan rumah, tidak bisa mengerjakan soal ulangan semester, tidak bisa memahami intruksi-intruksi tugas yang diberikannya dalam proses pembelajaran sering guru menjastifikasi bahwa siswa tersebut anak bodoh. Apalagi kata ”bodoh” itu terucap dan terdengar oleh siswa yang bersangkutan akan menambah beban secara psikologis untuk beraktivitas didalam pembelajaran selanjutnya. Kata bodoh sebenarnya berarti tidak lekas mengerti, tidak mudah tau dan tidak dapat mengerjakan permasalahan yang dihadapinya. Dalam perkembangan selanjutnya kata bodoh sering dikonotasikan sebagai orang yang tidak memiliki pengetahuan. Predikat bodoh itu sering anak dimarginalkan, dianggap mengganggu stabilitas dalam peningkatan kualitas pendidikan.

 

Alangkah bijaksanannya anak yang mendapat predikat bodoh kita klasifikasikan sebagai anak lambat belajar bukan anak bodoh yang mempunyai konotasi yang negatif.  Anak lambat belajar adalah anak yang mengalami hambatan atau keterlambatan dalam perkembangan mental (fungsi intelektual di bawah teman-teman seusianya) disertai ketidakmampuan/kekurangmampuan untuk belajar dan untuk menyesuaikan diri sedemikian rupa sehingga memerlukan pelayanan pendidikan khusus. Masalah-masalah yang mungkin bisa jadi penyebab anak lambat belajar antara lain karena masalah konsentrasi, daya ingat yang lemah, kognisi, serta masalah sosial dan emosional.

Ku injak kewajiban, ku dapatkan hak.

Beberapa masalah sering dipertontonkan kepada kita ketika orang berebut tentang hak, perjuangan mendapatkan hak dan mengejar hak tanpa melihat latar belakang kewajibanya dalam mendapatkan hak. Bahkan untuk mendapatkan hak sering menyampingkan dan menghapus hak-hak orang lain. Hak adalah: Sesuatu yang mutlak menjadi milik kita dan penggunaannya tergantung kepada kita sendiri. Contohnya: hak mendapatkan pengajaran, hak mengeluarkan pendapat, hak untuk mendapatkan kenaikan pangkat, hak asuh anak dan lainnya

Kewajiban adalah: Sesuatu yang harus dilakukan dengan penuh rasa tanggung jawab.
Contohnya: melaksanakan tata tertib di sekolah, membayar Iuran sekolah atau melaksanakan tugas yang diberikan guru dengan sebaik-baiknya dan sebagainya.

Secara idialis memang seharusnya orang lebih mendahulukan kewajibanya dari pada menuntut hak atau antara hak dan kewajiban berimbang. Dalam kontek ini pola pikir seseorang beranggapan bahwa dengan melaksanakan kewajiban dengan baik dan benar maka hak akan didapatkan dengan sendirinya. Namun demikian banyak juga orang yang lebih mendepankan haknya dari pada kewajibannya.

”Barang siapa yang mengerjakan amal saleh, baik laki-laki maupun perempuan dalam beriman, maka sesungguhnya akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik dan sesungguhnya akan Kami beri balasan kepada mereka dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan ”  (QR an-Nahl [16]:97)

Firman Allah SWT di atas menggambarkan secara jelas bahwa Islam adalah ajaran yang mengutamakan dan mendahulukan pelaksanaan dan pemenuhan kewajiban. Barulah kemudian menerima dan mendapatkan haknya sebagai balasan dari amal perbuatannya tersebut. Dan, bukan sebaliknya

Mari Berpelukan, Sayang..

pelukan

SEBUAH pelukan adalah ekspresi kehangatan dan kenyamanan yang meletup di
dalam jiwa-jiwa yang mencinta. Saat hasrat hampir padam, pelukan dapat
membantu mempererat kembali keintiman yang sempat hilang.

Sebuah kompetisi “Berpelukan 24 Jam Nonstop” pun lalu dihelat. Seperti
dikutip dari Huffingtonpost, empat pasangan asal London menghabiskan lebih
24 jam berdiri sambil berpelukan. Mereka meraih penghargaan dari Guinness
World Record untuk kategori pelukan terlama di dunia.